Today: Wednesday, 24 April 2019

User Rating: 3 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar InactiveStar Inactive
 

ABSTRAK

Di Indonesia diperkirakan terdapat 15.000 kasus baru kanker serviks dengan 8.000 kematian setiap tahunnya.Data dari Departemen Radioterapi RSCM Jakarta, rata-rata terdapat 1.600 orang pasien per tahun. Dari jumlah itu, terbanyak 441 kasus adalah kanker serviks dengan angka kejadian 70% sudah stadium lanjut dan 30 % stadium dini. IVA merupakan salah satu cara deteksi dini lesi pra kanker. Sebagai suatu pemeriksaan skrining alternatif IVA memiliki beberapa manfaat dibandingkan dengan uji lain yaitu efektif, lebih murah dan mudah, alat yang sederhana, hasil langsung diperoleh.
Penelitian ini dilakukan di Rumah Bersalin “DP” Srengseng Sawah Jagakarsa Jakarta Selatan pada tanggal 6-7 Agustus 2011. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan cross sectional untuk mengetahui gambaran pengetahuan tes IVA pada ibu yang melaksanakan tes IVA, menggunakan data primer, pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Populasi 50 ibu yang melaksanakan tes IVA dan seluruh populasi dijadikan sampel (total sampling).
Dari hasil penelitian diketahui, bahwa mayoritas ibu yang melaksanakan tes IVA dalam kategori pengetahuan cukup yaitu 44% Kategori pengetahuan baik tentang tes IVA berdasarkan pendidikan mayoritas terdapat pada kelompok dengan pendidikan tinggi (60%), berdasarkan sumber informasi terdapat pada kelompok yang mendapatkan informasi dari media (30,8%). Sedangkan dalam kategori pengetahuan kurang, terdapat pada kelompok ibu yang berumur >45 tahun (54,5%), kelompok ibu yang tidak bekerja (60%), kelompok multipara (60%), dan kelompok yang melakukan tes IVA motivasi bukan dari diri sendiri (45,5%).
Kata Kunci: Pemeriksaan IVA

 

ABSTRACT

In Indonesia, there were estimated 15,000 new cases of cervical cancer with 8,000 deaths annually. Data from the Department of Radiotherapy RSCM Jakarta, on average there were 1,600 patients per year. Of that total, 441 cases were highest in the incidence of cervical cancer has advanced 70% and 30% of early stage. IVA is a way of early detection of pre-cancerous lesions. As an alternative screening IVA has multiple benefits compared with other test that is effective, cheaper and easier, a simple tool, the results obtained directly. The research was conducted at the maternity hospital "DP" Rice Srengseng Jagakarsa South Jakarta on 6-7 August 2011.
This descriptive type of research with cross sectional approach to describe the knowledge test in women who carry out IVA IVA test, using primary data, data collection was conducted using questionnaires. Population of 50 mothers who carry IVA test and the entire population sampled (total sampling).
The survey results revealed that the majority of women who carry out the tests in the category of knowledge sufficient IVA is 44% better on tests of knowledge Category IVA based education are those of the majority of higher education (60%), based on the resources contained in the group receiving the information from the media (30.8%). While the lack of knowledge category, there is the group of mothers aged> 45 years (54.5%), mothers who did not work (60%), multiparous group (60%), and group IVA test instead of self-motivation (45.5%).
Keywords: IVA Inspection

 


 PENDAHULUAN


 METODE PENELITIAN


HASIL PENELITIAN


 PEMBAHASAN


KESIMPULAN


 SARAN


 DAFTAR PUSTAKA

  1. Papsmear dan Kanker Leher Rahim. 2009 20 Mei 2011. Available from: http://www.rsbk-batam.co.id.
  2. Kanker Serviks2010 11 Mei 2011. Available from: http.://qnoyzone.blogdetik.com.
  3. Departemen Radioterapi Rumah Sakit Pemerintah Nasional Cipto Mangunkusumo. Jakarta: RSUPN Cipto Mangunkusumo; 2010.
  4. Deteksi Dini Kanker Serviks dengan Pemeriksaan IVA. Grahacendekia [Internet]. 2010 21 Juli 2011. Available from: http://grahacendekia.wordpress.com/2010/05/21/.
  5. Octavia C. Gambaran Pengetahuan Ibu Mengenai Pemeriksaan Pap Smear di Kelurahan Petisah Tengah Tahun 2009 [Karya Tulis Ilmiah]. Medan: Universitas Sumatera Utara; 2009.
  6. Notoatmodjo S. Pendidikan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta; 2007.
  7. Darnindro K. Pengetauan, sikap dan perilaku perempuan yang sudah menikah mengenai papsmear dan faktor-faktor yang berhubungan di rumah sususn Klender, Jakarta 2006. Majalah Kedokteran Indonesia Universitas Indonesia. 2007;57(7).
  8. Maryono J. Ketimpangan jernder dalam akses pelayanan kesehatan rumah tangga petani pedesaan. Kasus di dua desa Kabupaten Tegal, Jawa Tengah [Thesis]. Jember: Universitas Jember; 2005.
  9. Hidayat DR. Ilmu Perilaku Manusia Cetakan Pertama. Jakarta: Trans Info Media; 2009.
  10. Monks FJ, Knoers. Psikologi Perkembangan. Haditomo SR, editor. Yogyakarta: Gadjahmada University Press; 2002.
  11. Pengetahuan dan Faktor-faktor yang mempengaruhi. 2009 24 Mei 2011. Available from: http://www.google.com/webhp?hl=en&tab=ww - hl=en&q=http:%2F%2Fforbetterhealth.wordpress.com%2F2009%2F04%2F19%2Fpengetahuan-dan-faktor-faktor-yang-mempengaruhi.